FKIP UKI SIAP BERSELANCAR DI TAHUN 2011

oleh E. Handayani Tyas

FKIPUKI

1. Pendahuluan

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di dunia segala sesuatunya pasti berubah. Logika umum mengatakan hanya ada satu yang tidak pernah berubah, yakni perubahan itu sendiri. Sedangkan menurut hemat penulis ada satu lagi yang tidak pernah berubah/kekal selama-lamanya. Secara teologis, yakni KASIH TUHAN YESUS KRISTUS, kasihNYA selalu berkesinambungan, menyeluruh, abadi dan kata  KASIH dapat dipahami sebagai :

Itulah yang penulis rasakan, tidak mudah mengajak orang lain berubah, sekalipun sudah di-contohkan (by example), di-edukasikan dan di-trainingkan, sudah pula disampaikan secara bertalu-talu tentang resiko bagi mereka yang enggan berubah alias menyukai zona nyaman (comfort zone), (lihat gambar 1).

gambar 1

2. Kondisi masa lalu

Begitu ‘sulit’nya roda pengelolaan yang harus dijalankan. Mana mungkin dapat berputar kalau kondisinya seperti berikut (lihat gambar 2).

CHANGE

gambar 2 :

Kalau “Roda Persegi” (paradigma lama atau strategi lama) diganti dengan “Roda Bundar”, pasti  pekerjaan ini jauh lebih mudah, cepat, efektif, dan produktif !!!

Mencermati gambar di atas, rodanya bersudut, jalan  terjal, berlubang, bergelombang dan untuk meratakannya jelas perlu kerja keras, komitmen tinggi, semangat menggebu, dan disiplin kuat, serta ketegasan yang luar biasa. Kita tahu ketegasan berasal dari kata dasar TEGAS, coba buang ‘S’ nya, apa jadinya? TEGA, ……. oh tidak tega, dia kan senior, kan dia orangnya si A, si B, kan dia orang yang dekat dengan ‘sumbu pemerintahan’ dan masih banyak lagi. Antara tega, tidak tega dan tegas, sangat beda maknanya!.

Bagaimanapun juga unit kerja yang sekecil FKIP ini, harus dan sekali lagi harus dikelola dengan ‘seni’ kepemimpinan ala Yesus, apalagi lahannya adalah UKI, rumah Tuhan yang senantiasa berkumandang puji-pujian, firman, doa, penyembahan, dan sebagainya. Kita harus bisa, bersama kita bisa, ayo jadilah pelaku-pelaku firman, jangan hanya menjadi pendengar/penonton saja!

3.Kondisi  masa Kini

3.1. Mau dan mampu harus kita tempatkan di tangan kiri dan tangan kanan kita masing-masing. Sebab ada orang yang mau tapi tidak mampu dan ada pula yang mampu tapi tidak mau. Nah untuk yang ini amat sangat menyakitkan! Penulis percaya di UKI ini masih ada orang-orang yang mampu/kompeten, tapi ‘aneh’nya mengapa justru segala segi kemampuannya harus diperhitungkan dengan uang? Siapa sih yang tidak perlu uang, namun men’dewa’kan uang atau dengan perkataan lain ‘cinta’ akan uang adalah akar segala kejahatan!

Kalau tidak mampu bisa diajari/dilatih secara bertahap sampai bisa/mahir, kecuali yang bersangkutan tidak menunjukkan perubahan/kemajuannya, tentu ada tindakan lain.

Mari kita bersedia membuka mata, membuka pikiran, dan membuka hati agar mampu bersaing di era globalisasi. (lihat gambar 3).

THINK OUT OF BOX

gambar 3

3.2.  Kerjasama, saling membantu/menolong, saling memberi dan menerima, saling membelajarkan diri, adalah kebiasaan yang dialami oleh warga FKIP. Bekerja dalam satu tim yang solid. kalau tak mau mengalami kesulitan, jangan seperti kondisi ini (lihat gambar 4).

gambar 4

3.3. Angin ribut, angin spooi, silih berganti menerpa, tetapi penulis menyadari bahwa itu adalah sebuah retorika, itu adalah dinamika/tanda-tanda ‘kehidupan’. Hal ini mengingatkan penulis pada peristiwa lebih dari 2000 tahun yang lalu, manakala Tuhan Yesus Kristus ditempatkan di buritan perahu dan tidak diajak komunikasi, maka malapetakalah yang terjadi.

Oleh karena itu FKIP sangat menyadari dan menempatkan Tuhan Yesus Kristus pada haluan perahu FKIP dan Yesus-lah yang akan bertindak (action) karena DIA-lah penguasa bumi, langit, laut, darat, udara, dunia dan segala yang ada di dalamnya, percayalah!!!

4. Kondisi masa akan datang

Penulis bukan seorang futurolog, namun berdasarkan butir-butir di atas dapat diyakini kalau kami semua warga FKIP mau bergandeng tangan, bersehati dan sepikiran demi kemajuan unit kerja, mau dan mampu mengelola diri sendiri dan pekerjaan masing-masing, niscaya FKIP maju (lihat gambar 5).

gambar 5

5. Penutup

Badai, ombak, gelombang pasang – surut pasti ada, namun FKIP menyatakan diri siap berselancar di samudera UKI tahun 2011, tentu Tuhan Yesus Kristus adalah pandunya, ……………………….  Amin !!!!!!!!!!!!.

“Selamat berjuang warga FKIP UKI, Tuhan Yesus Kristus memberkati”

Jakarta, 15 Desember 2010

Advertisements
This entry was posted in Natal dan Tahun Baru. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s