JADILAH SI CEPAT !

JADILAH SI CEPAT !

DENGAN BERPIKIR CEPAT DAN BERTINDAK CEPAT

Ini adalah kata kunci untuk “nyebur” (masuk) di dunia tanpa batas (globalisasi).Tidak bisa ditawar, tidak bisa ditunda, apalagi ditiadakan. Lalu seperti apa yang dimaksud dengan menjadi si cepat itu?

Penulis punya prinsip, dalam segala hal hendaklah kita memegang semangat:

Datang …………….. L I H A T

Pikir ………………… C E P A T

Analisa …………….. T E P A T

Kerjakan ………….. G I A T

Keputusan ………… A K U R A T

Huruf  A T dengan warna merah penulis maksudkan  A = Action dan  T = Time, yang  maknanya  Time to Action,  sekaranglah  waktunya   kita   untuk   Action/ bertindak; sebab kalau “melulu” bicara = NATO (No Action Talk Only); kalau “melulu” alasan = NARO (No Action Reason Only); kalau “melulu” bermimpi = NADO (No Action Dream Only).

Kita memang harus punya mimpi, bermimpilah yang sebesar-besarnya, supaya kita lebih bergairah dalam mencapainya. Semua berawal dari mimpi. Namun yang penulis maksudkan: ‘Marilah kita bermimpi!’. Kalau biasanya orang bermimpi dalam keadaan tidur, maka penulis katakan: ‘Bermimpilah dalam keadaan sadar, sehingga kita bisa beraksi’, sebab jika kita hanya mimpi dalam keadaan tidur, maka setelah bangun, tidak ada apa-apa yang kita peroleh bukan? Nah bermimpilah sewaktu kita sadar/tidak tidur!

Contoh: Disney Land di Amerika yang begitu besar, indah, manfaat, dapat menghibur banyak orang, itu berwal dari sebuah angan-angan.

Itu di Amerika (jauh), di Jakarta (tidak jauh-jauh), Taman Impian Jaya Ancol. Dulunya dikenal orang sebagai tempat jin buang anak, tapi apa yang kita saksikan kini? Taman Impian Jaya Ancol adalah tempat rekreasi yang mendidik, menantang, indah dan mengagumkan, yang menghasilkan milyaran rupiah per hari ketika masa-masa liburan.

Oleh  karena itu jika anda punya ide/gagasan, segeralah bertindak/action, jangan buang-buang waktu. Karena menurut hemat penulis: ‘waktu tidak hanya sekedar uang, tetapi waktu adalah nyawa!’. Waktu adalah otoritas Tuhan, DIA lah yang empunya waktu, manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan jualah yang menentukan segala-galanya.

Keteraturan/ketertiban adalah apa yang telah dicontohkan Allah kepada kita semua. Lihat saja, begitu teraturnya Allah menerbitkan matahari selalu dari Timur dan kemudian temaram di sebelah Barat.

Menyimak hal penciptaan, urutannya adalah:

  1. Terang dan gelap (siang dan malam)
  2. Cakrawala
  3. Daratan, lautan, tumbuh-tumbuhan
  4. Matahari, bulan dan bintang-bintang
  5. Burung-burung, binatang (darat), ikan-ikan (laut)
  6. Manusia (Adam dan Hawa)
  7. Allah beristirahat.

Pembaca mungkin bertanya-tanya, mengapa tulisan ini berjudul ‘jadilah si cepat’, namun berbicara sampai hal penciptaan? Inilah yang Tuhan contohkan, hal keteraturan, hal kedisiplinan, hal ketepatan, hal berpikir dan bertindak.

Sedangkan hal pengambilan keputusan. Tiap melek mata manusia harus bisa mengambil keputusan. Tidak melakukan apa-apa pun adalah sebuah keputusan dan setiap keputusan pasti ada resikonya, karena memang manusia adalah satu paket dengan resiko, tidak mungkin kita pisahkan antara manusia dengan resiko, kita mau menjadi manusia dan kita buang jauh-jauh resikonya. Diam pun mengandung resiko, diam tidak lagi emas, namun banyak bicara tanpa bukti nyata juga menjurus ke NATO (No Action Talk Only).

Jadi benarlah ada manajemen dalam kehidupan, di dalam manajemen pasti ada POAC (Planning Organizing Actuating Controlling). Dalam Planning pasti ada strateginya, sebagaimana kita tahu kata strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang artinya kepanglimaan/kejendralan. Mendengar kata panglima/jendral, otomatis pikiran kita melambung ke urusan perang dan siapapun berperang tentu ingin menang dan menang!.

Lihat saja prinsip seorang jendral yang sangat terkenal, Yulius Caesar, dengan VINI – VIDI – VICI nya (= aku datang – aku lihat dan aku menang). Beliau adalah seorang jendral yang mampu memotivasi dan menginspirasi prajurit-prajuritnya untuk mau dan mampu berpikir fokus, bekerja keras dan bekerja cerdas; inilah strategy for living.

 

Hidup harus menang, bukan berapa lama kita hidup (panjangnya umur kita) di dunia ini yang harus kita persoalkan, akan tetapi apa yang telah kita kerjakan selama kita diberi hak hidup di dunia ini oleh Yang Maha Kuasa.

Kalau dalam Planning/perencanaan ada srateginya, demikian juga dengan organizing/pengorganisasiannya, action/tindakannya, juga dalam hal controlling/ pengawasan, masing-masing lini harus ada strateginya. Strategi dalam manajemen kehidupan memang harus ada. Hidup memang harus berkemenangan, karena memang kita sudah menjadi pemenang sebelum kita terlahir ke dunia.

Sebagimana kita ada saat ini, karena memang kita adalah seorang pemenang yang ter-cepat, ter-kuat, ter-sehat, se waktu terjadinya pertemuan antara sel telur ibu dan sel sperma ayah kita, sehingga tepatlah jika melalui tulisan  sederhana ini mengajak para pembaca yang budiman  untuk menjadi:

si-cepat dengan cara berpikir cepat dan bertindak cepat, jangan terbalik menjadi bertindak duluan baru berpikir!!!

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s